Ikan Kuwe

Gurihnya Budidaya Ikan Kuwe, Segurih Rasanya

Bagi pencinta seafood, nama ikan Kuwe pasti tidak asing lagi. Penyajian yang beraneka ragam mulai dari dibuat berkuah, digoreng maupun dibakar, bersama dengan sambal bawang, sambal matah, sambal dabu, hingga sambal kecap. Kandungan gizi di dalamnya pun beragam, mulai dari protein tinggi hingga asam amino yang dapat mengontrol serotonin di dalam tubuh untuk meredam stress. Kita kulik tentang ikan Kuwe bersama Jalur Ikan, yuk.

MORFOLOGI IKAN KUWE

Ikan Kuwe juga disebut Giant Trevally (GT) memiliki nama ilmiah Caranx ignobilis. Giant Trevally memiliki area penyebaran di perairan tropis wilayah Indo-Pasifik. Tubuh ikan Kuwe umumnya berwarna silver atau abu – abu, namun ada juga ditemukan ikan dengan warna tubuh keemasan. Panjangnya bervariasi, ukuran terbesar dapat mencapai 170 cm dengan berat 80 gram, sedangkan di pasaran rata – rata 50 – 75 cm. Bentuk tubuhnya pipih memanjang dengan warna sirip ekor yang lebih gelap.

MAKANAN

Ikan yang hobi bergerombol ini termasuk hewan carnivora yang memakan ikan lainnya dan crustaceae. Jenis makanan ini akan mempengaruhi ukuran dan warna tubuh dari ikan Kuwe. Pada habitat aslinya, ikan predator ini akan mencari makan pada saat matahari terbit atau menjelang sore hari, dimana suhu air tidak terlalu panas. Makanan yang diberikan di tempat penangkaran dapat disesuaikan sesuai kebutuhan. Biasanya makanan dapat diberikan sekitar 3 – 5 kali sehari, dengan jumlah makanan 10 – 15% per hari dari berat ikan.

BUDIDAYA IKAN KUWE

Budidaya Ikan Kuwe

Daging ikan Kuwe yang lembut menjadi daya tarik tersendiri. Permintaan pasar yang tinggi menjadikan budidaya ikan Kuwe sebagai peluang bisnis yang menggiurkan. Apalagi budidaya ikan ini dapat disesuaikan waktu panennya agar mendapat harga tinggi sewaktu dijual di pasaran. Salah satu triknya adalah dengan menggunakan media karamba jaring apung (KJA). Masyarakat yang membudidayakan ikan dalam keramba jaring apung masih kurang peminatnya. Hal ini dikarenakan kurangnya modal untuk pembuatan KJA dan lokasi yang sulit didapatkan jika harus berdekatan dengan laut. Lokasi yang dipilih harus terlindung dari ombak dan badai, serta memiliki pergantian massa air yang baik.

Baca Juga :  Ketahui Budidaya Ikan Cupang Hias Yang Benar

Keunggulan budidaya ikan Kuwe antara lain :

  • Kemampuan hidup dengan tingkat kepadatan tinggi hingga 150 ekor/m3
  • Laju pertumbuhan tinggi
  • Tanggap terhadapa pertambahan makanan
  • Konversi pakan cukup efisien
  1. BENIH

Faktor utama dalam budidaya ikan adalah benih. Benih yang unggul memiliki prosentase kerberhasilan yang lebih tinggi, meskipun ada banyak faktor lain yang mempengaruhi. Kriteria benih yang baik ditandai dengan cukupnya umur untuk dilepas, demikian juga dengan ukurannya yang dirasa cukup dan berkualitas (lincah dan berwarna cerah). Saat ini, benih lebih banyak didapatkan dari habitat aslinya. Penebaran benih dapat dilakukan pada pagi atau sore hari. Benih dengan ukuran 20 – 25 gram dapat ditebarkan dengan kepadatan 150 ekor/m3 selama 3 bulan. Ketika ikan sudah mulai berkembang dengan bobot sekitar 250 gram/ekor, maka jumlah ikan dapat dikurangi kepadatannya menjadi 100 ekor/m3. Sisa ikan lainnya dapat dipindahkan ke tempat yang baru.

Pada waktu penebaran benih maupun pemindahan ikan ketika sudah berkembang, selalu memperhatikan kondisi salinitas air. Ikan ini dikenal dapat hidup dengan baik di air dengan tingkat salinitas rendah, yaitu 17 – 33,3%. Suhu yang tepat untuk pemeliharaan berkisar 16.8 – 32.5 ℃.

  1. PAKAN

Makanan terbaik ikan Kuwe di tempat pemeliharaan adalah ikan rucah. Ikan rucah merupakan jenis ikan kecil atau ikan teri yang memiliki kandungan protein dan lemak yang relatif tinggi, ikan ini hidup di perairan laut (Wikipedia). Ikan ini dapat dipotong – potong, disesuaikan ukurannya dengan mulut ikan Kuwe. Jumlah makanan yang diberikan akan berubah setiap bulannya, tergantung dari perkembangan ikan. Ikan rucah dapat membantu ikan Kuwe tumbuh lebih cepat dibandingkan makanan lainnya.

Ketersediaan ikan rucah masih terbatas, sehingga dapat menjadi kendala. Oleh sebab itu, makanan dapat disubstitusi dengan pelet (makanan buatan) maupun artemia (udang kecil dengan kadar garam tinggi). Makanan yang berkualitas dan jumlah yang tepat tentunya akan baik bagi peningkatan kualitas ikan.

  1. HAMA DAN PENYAKIT

Kendala dalam pemeliharaan ikan ini juga mencangkup parasit yang berupa kutu kulit. Ada 2 jenis kutu kulit yang dapat ditemukan, yaitu : Neobenedenia dan Benedenia. Neobenedenia lebih pathogen dibandingkan Benedenia karena tidak hanya menyerang bagian permukaan tubuh tapi juga mata. Parahnya lagi, Neobenedenia dapat menyebabkan kebutaan dan infeksi sekunder lainnya.

Baca Juga :  Cara Memelihara Belut untuk Pemula Anti Gagal dan Menguntungkan

Untuk pencegahannya :

  • Memberikan makanan secukupnya. Sisa makanan akan terendap di dasar tempat pemeliharaan dan sebagian bisa menempel di tubuh ikan. Sisa makanan inilah yang mempengaruhi kualitas air dan dapat memicu bakteri serta parasit lainnya.
  • Melakukan perendaman dengan hydrogen peroxide 150 ppm selama 30 menit. Hal ini dapat dilakukan 2 – 3 kali dengan interval waktu 7 hari.
  • Menjaga kepadatan tempat pemeliharaan.
  • Menjaga kebersihan tempat pemeliharaan dan rutin mengganti air.
  1. PANEN

Ikan Kuwe dapat dipanen setelah berumur 5 – 6 bulan. Pada saat itu, beratnya dapat mencapai 300 – 400 gram. Tingkat keberhasilan panen umumnya mencapai 70 – 95%, tergantung dengan cara perawatan. Panen dapat dilakukan secara menyeluruh maupun sebagian.

JENIS – JENIS IKAN KUWE

  1. Ikan Kuwe Putih

Ikan Kuwe Putih

Ikan ini dapat hidup di perairan dangkal dan air payau. Ciri khasnya berwarna putih, mulai dari tubuh hingga ke ekor. Ikan jenis ini dapat tumbuh hingga 150 cm. Ukuran ikan yang umum dijumpai adalah 50- 60 cm.

  1. Ikan Kuwe Biru

Kuwe Biru

Benih ikan didapatkan dari alam, seperti terumbu karang, teluk atau laguna. Ikan ini dapat tumbuh hingga 100 cm.

  1. Ikan Kuwe Macan

Kuwe Macan

Benihnya didapatkan dari alam dan pembenihan terkontrol di hatchri. Ikan ini memiliki ciri khas garis yang melintang dari atas (punggung) ke bawah (perut). Panjangnya dapat mencapai 120 cm.