Clown Fish

Clown Fish, ikan Nemo yang unik

Siapa sangka jika ikan Nemo, tokoh dalam film Finding Nemo ini merupakan ikan hias yang bisa kita pelihara di rumah, lho. Nama populernya adalah Clown Fish atau ikan Badut, seringkali juga disebut sebagai ikan Giru. Ikan ini memiliki habitat asli di Samudera Hindia, Laut Merah, Samudera Hindia (termasuk Indonesia) dan Great Barrier Reef (Gugusan Karang) Australia.

Photo by Tom Fisk from Pexels

CLOWN FISH DAN ANEMON

Berbicara mengenai Clown Fish, tentu kita harus membahas mengenai anemon. Meskipun bentuknya lebih menyerupai tumbuhan, namun anemon merupakan hewan dalam jenis Anthozoa, hewan yang tidak bertulang belakang (invertebrata). Bentuknya menyerupai bunga mawar, sehingga disebut sebagai mawar laut. Tentakel (alat gerak pada hewan invertebrate) berbentuk panjang – panjang dan menutupi tubuhnya. Sel penyengat pada tentakel yang disebut nematocyst yang akan keluar ketika ada predator atau mangsa yang mendekat. Tentakel juga memiliki lendir yang berfungsi untuk melindungi antar tentakel ketika sel penyengat dikeluarkan. Lendir inilah yang digunakan si Nemo untuk bertahan hidup di sekitar anemon.

Hubungan anemon dan Clown Fish merupakan hubungan simbiosis mutualisme. Clown Fish membantu anemon untuk menarik makanan dengan menjadi umpan dan mengusir parasit. Anemon melindungi Clown Fish dari para predator dengan sel penyengatnya dan memberi sisa makanan untuknya. Ukuran tubuh ikan yang mungil, sekitar 6 – 11 cm, memang menjadi mangsa yang mudah bagi hewan – hewan laut lainnya. Clown Fish kecil akan sering bersembunyi di antara tentakel anemon. Ketika sudah beranjak dewasa, mereka dapat mencari makanan sendiri, walaupun tidak jauh dari anemon. Makanan mereka berupa alga, sisa makanan tentakel, dan cacing.  Keterikatan si Nemo dengan anemon menjadikannya mendapat julukan Anemonefish.

Baca Juga :  Ikan Gurame : Ikan untuk konsumsi atau ikan hias?

KEMAMPUAN SPESIAL

Menurut National Geographic, Clown Fish merupakan hermaprodit. Pada saat lahir, semua Clown Fish memiliki jenis kelamin jantan. Mereka dapat berubah jenis kelamin dalam kondisi tertentu. Ketika sudah merubah jenis kelamin dari jantan ke betina, mereka tidak dapat kembali menjadi betina. Dua Clown Fish jantan berpasangan dan yang dominan akan merubah dirinya menjadi betina.

Ikan ini hidup dalam kelompok kecil. Di dalam kelompok tersebut hanya terdapat satu betina saja. Ikan betina menempati golongan teratas (paling dominan), golongan kedua merupakan ikan jantan yang paling dominan dan sisanya adalah Clown Fish jantan. Apabila betina mati, maka otomatis, jantan dominan akan berubah menjadi betina. Siklus ini akan terulang terus.

SISTEM REPRODUKSI

Proses reproduksinya dimulai dengan ikan betina mengeluarkan sel telur yang jumlahnya 100 – 1000, bahkan bisa lebih, tergantung dari ukuran ikan betina. Kemudian, ikan jantan akan mengeluarkan sperma dan pembuahan mulai terjadi. Setelah pembuahan terjadi, ikan jantan akan menunggu di dekat telur – telur selama 6 – 10 hari.  Ikan jantan akan menjaga dan mengipasi telur – telur tersebut hingga menetas. Telur yang tidak dapat menetas dapat dimakan oleh ikan dewasa. Kegagalan pembuahan ini biasanya disebabkan oleh infeksi jamur, ketidaksuburan telur atau teknik pengipasan ikan jantan yang tidak tepat. Keberhasilan pengipasan ini nantinya akan berpengaruh terhadap ukuran ikan.

Telur yang menetas akan berbentuk jelai transparan, dengan panjang kurang lebih satu centimeter. Kemudian mereka akan mengapung selama sepuluh hari dan hanyut mengikuti arus laut. Mereka dapat bermigrasi ke tempat baru yang jauhnya bisa mencapai 250 mil. Setelah bayi ikan tumbuh dan mulai mengeluarkan warna tubuh yang indah, merea akan mulai mencari anemon untuk tinggal. Masa hidup anemon di alam liar bisa mencapai 10 tahun, sedangkan di alam buatan hanya 2 – 5 tahun.

Baca Juga :  Cara Merawat Ikan Hias Dengan Baik dan Benar Untuk Pemula

JENIS – JENIS CLOWN FISH

Jenis Clown Fish

Apabila penangkaran hanya berdasarkan ikan yang berada di alam liar, tentunya variannya tidak menarik. Oleh karenanya, beberapa negara, salah satunya Indonesia melakukan pengembangan varian. Badan Perikanan Budidaya Laut (BPPL) Ambon melakukan rekayasa Clown Fish dengan menggabungan beberapa induk dari alam sehingga menghasilkan corak Clown Fish yang dapat diminati oleh pasar. Setidaknya ada 14 varian yang dapat dikembangkan oleh BPPL, sementara di seluruh dunia, setidaknya ada 30 lebih jenis Clown Fish.

KARAKTERISTIK GARIS DI TUBUH

Umumnya, Clown Fish dikenal dengan ciri fisiknya yang berwarna orange – putih – hitam dengan tiga garis di tubuhnya. Jenis Ocellaris memiliki perkembangan dari jelai (larva) menuju bentuk ikan sempurna dimulai dari kepala – badan – ekor. Garis – garis tersebut seperti pembatas untuk masing – masing bagian tubuh dan berwarna putih. Garis putih ini terdiri dari sel – sel pemantul cahaya (iridophores).

Berdasarkan jumlah garis tubuh, maka Clown Fish dapat dibedakan menjadi :

  1. Tanpa Garis. Contoh : Amphiprion ephippium.
  2. Satu Garis (di bagian kepala). Contoh : Amphiprion frenatus.
  3. Dua Garis (di bagian kepala dan tubuh). Contoh : Amphiprion sebae.
  4. Tiga Garis (di bagian kepala, tubuh dan ekor). Contoh : Amphiprion ocellaris.

Perubahan jumlah garis putih ini dipengaruhi oleh evolusi. Sebenarnya ada fungsinya tidak garis putih ini? Tentu ada. Garis putih ini menjadi karakteristik yang membedakannya dengan ikan – ikan lainnya di alam liar. Selain itu, dapat digunakan sebagai pencarian silsilah atau hubungan keluarga apabila mereka bertemu di laut, mengingat jelai (larva) mereka dapat hanyut jauh dan terpisah dengan keluarga.

TIPS PEMELIHARAAN

Breeders, ikan ini memang unik banget. Pemeliharaannya pun memerlukan perawatan khusus, salah satunya dengan memperhatikan salinitas air dan ekosistem di dalam tempat pemeliharaan. Bagaimanapun juga, ikan ini diadopsi dari alam liar dengan salinitas tinggi dan keterikatannya dengan anemon. Jalur Ikan memberikan tips bagi Breeders yang ingin mencoba memeliharanya:

  1. Perhatikan kondisi air terutama salinitasnya.
  2. Ada baiknya mengambil benih ikan dari pedagang ikan dimana ikan sudah beradaptasi terlebih dahulu di tempat penangkaran.
  3. Menambahkan anemon dan karang laut dapat membantu ikan untuk merasa nyaman dan menghindari stress.
  4. Sabar dalam proses dan terus belajar. Kesuksesan tidak dapat dicapai dalam waktu satu malam.
Baca Juga :  Macam-macam Ikan Hias, Cara Perawatan, dan Kisaran Harganya