Ikan Cupang Hias

Ketahui Budidaya Ikan Cupang Hias Yang Benar

Banyak orang yang menjalankan hobi baru di masa pandemi ini, salah satunya adalah memelihara ikan hias. Diantara ikan hias yang sering menjadi pilihan adalah ikan cupang hias.

Ikan cupang menjadi ikan hias yang banyak digemari sampai saat ini. Bentuknya yang lucu dan warna nya yang unik menjadikan ikan cupang banyak dicari. Ikan cupang hias juga dapat dijadikan usaha rumahan, lho.

Selain bentuknya yang cantik, ikan hias ini juga memerlukan perwatan yang baik. Ikan cupang hias memiliki nilai jual yang sangat tinggi tergantung dengan warnanya. Beberapa hal yang dapat mempengaruhi faktor warna ikan cupang hias yaitu pemberian nutrisi yang cukup. Berikut ini merupakan hal hal yang perlu diperhatikan apabila kamu ingin membudidayakan ikan cupang hias.

Ciri Ikan Cupang Hias yang Siap Kawin

Jika kamu ingin mengembangbiakkan ikan cupang, hal pertama yang dilakukan adalah proses perkawinan ikan hias cupang. Namun, kita tidak boleh asal dalam mengawinkan ikan cupang, diperlukan cara ternak cupang yang baik. Ada cara ternak cupang yang dapat kamu lakukan diantaranya adalah memperhatikan ikan cupang hias yang sudah siap kawin.

Sering kali kita gagal dalam mengawinkan ikan cupang karena beberapa faktor diantaranya adalah karena cupang jantan makan telur, telur tidak menetas, jantan makan burayak atau yang lainya. Berikut ini merupakan ciri ikan cupang yang sudah siap dikawinkan:

Baca Juga :  Clown Fish, ikan Nemo yang unik
Perbedaan Cupang Jantan dan Betina
Source : https://i0.wp.com/hewanpedia.com/wp-content/uploads/2018/02/Ikan-Cupang-Jantan-dan-betina.jpg?w=920&ssl=1

Jantan

  • Usianya telah mencapai 4-8 bulan.
  • Gerakannya lincah.
  • Warna sirip terang.
  • Bentuk ikan hias cupang memanjang.
  • Sangat agresif.
  • Bintik hitam pada sirip punggung.
  • Membuat gelembung pada permukaan air.

Betina

  • Usiannya telah mencapai 3-4 bulan.
  • Geraknya lambat.
  • Tidak agresif.
  • Warna sirip tidak menarik.
  • Bentuk sirip pendek.
  • Perutnya menggelembung/ buncit.
  • Bentuk badan pendek.

Jika indukan cupang memiliki ciri-ciri seperti diatas, maka ikan cupang sudah siap untuk dikawinkan. Sebenarnya ikan cupang dapat dikembangbiakkan di usia kurang dari 4 bulan, tetapi hasilnya tidak memuaskan. Semakin bertambah usia ikan cupang, semakin matang pula organ reproduksinya.

Cara Ternak Ikan Cupang Hias

Langkah/cara ternak cupang adalah dengan mengawinkan ikan cupang. Pilih ikan cupang yang sudah siap kawin. Hal yang perlu diperhatikan adalah tidak mengawinkan ikan cupang yang stres. Ikan cupang yang stres biasanya ikan cupang yang baru saja melakukan adu atau bertanding dengan ikan lainnya. Berikut ini merupakan cara ternak cupang yang dapat kamu lakukan dirumah:

  • Pemilihan indukan ikan cupang

Salah satu budidaya cupang yang baik adalah dengan pemilihan jenis ikan cupang yang baik pula. Untuk mendapatkan ikan cupang hias berkualitas tentu dibutuhkan indukan yang berkualitas pula. Indukan cupang yang berkualitas adalah indukan yang sudah memasuki fase matang atau sudah siap untuk dikawinkan, tidak stres, dan tidak cacat.

  • Pemijahan

Jika indukan cupang sudah ditemukan dan memenuhi syarat, langkah selanjutnya adalah melakukan pemijahan. Berikut ini merupakah cara yang dapat kamu lakukan saat proses pemijahan:

  • Mengisi air

Untuk melakukan pemijahan kamu membutuhkan air bersih, usahakan jangan menggunakan air yang berbau kaporit maupun air kemasan. Gunakan air sungai atau air sumur yang telah diendapkan selama satu malam, dan taruh pada wadah yang besar.

  • Meletakkan tanaman air

Cara ternak cupang yang baik adalah dengan menambahkan tanaman air kedalam wadah. Tanaman air ini berfungsi sebagai tempat berlindung anak ikan yang telah menetas. Hal yang perlu diperhatikan adalah, jangan menambahkan tanaman terlalu padat, karena akan mengambil banyak oksigen yang ada dalam air, sehingga akan mengganggu kesehatan proes reproduksi ikan cupang.

  • Masukkan ikan cupang jantan

Masukkan ikan cupang jantan terlebih dahulu dan biarkan selama satu hari. Ikan cupang jantan akan membuat gelembung-gelembung yang berfungsi untuk menyimpan telur dari ikan cupang betina.

  • Masukkan ikan cupang betina

Setelah ikan cupang jantan didiamkan selama satu hari dan telah membentuk gelembung, masukkan ikan cupang betina. Biasanya waktu pemijahan terjadi pada pukul 7-10 pagi atau 4-6 sore.

  • Tutup wadah dengan koran

Ikan cupang akan menjadi sangat sensitif saat proses perkawinan, maka tutuplah wadah dengan koran dan letakkan ditempat sepi yang jauh dari kebisingan.

  • Angkat indukan betina

Setelah betina sudah bertelur, angkat ikan cupang betina dengan segera. Hal ini karena yang berperan menjaga telur-telur tersebut adalah ikan cupang jantan. Ikan cupang jantan akan memindahkan telur kedalam gelembung, Jika ikan cupang betina tidak dipindahkan, maka ikan cupang betina akan memakan telur-telur tersebut.

  • Penetasan ikan cupang

Telur ikan cupang akan menetas dalam watu 2-3 hari.

  • Pindahkan ikan jantan

2 minggu setelah telur menetas, pindahkan ikan cupang jantan dan anak-anaknya kedalam wadah yang berbeda. Beri nutrisi makanan kutu air atau larva nyamuk.

  • Pisahkan berdasarkan kelamin

Setelah anak cupang berusia 1,5 bulan. Pisahkan ikan cupang berdasarkan jenis kelaminnya.

Baca Juga :  Budidaya ikan gabus | Langkah Awal Yang Tepat Untuk Pemula

Nutrisi Penting Pada Ikan Cupang Hias

Salah satu cara ternak cupang adalah dengan memberi makanan pada ikan cupang. Ikan cupang harus diberi makanan yang kaya nutrisi agar dapat tumbuh dan menghasilkan warna ikan yang menarik. Berikut ini merupakan makanan kaya nutrisi untuk ikan cupang:

  • Kuning telur

Rebus kuning telur lalu letakkan sedikit sebagai makanan ikan cupang.

  • Cacing sutra

Anda dapat mencari cacing diselokan maupun di pedagang ikan hias.

  • Jentik nyamuk

Jentik nyamuk memiliki protein yang tinggi untuk diberikan kepada ikan cupang.