ikan discus

Panduan Memelihara Ikan Discus, Pemula Wajib Tahu

PENGENALAN

Ikan Discus berasal dari Brasil dan biasa ditemukan di Sungai Amazon. Pertama kali ditemukan oleh Dr. Johan Jacob Heckel. Penamaan Discus ini berdasarkan bentuk ikan yang pipih, mirip seperti piringan disc. Meskipun memiliki tubuh yang ramping, ikan Discus tidak dapat bergerak selincah ikan Guppy atau ikan Cupang. Ikan ini dapat berkembang hingga mencapai 20 cm panjangnya ketika dewasa.

Ada perbedaan yang hampir tidak terlihat antara ikan jantan dan ikan betina. Penghobi ikan Discus perlu mengamati dengan jeli atau dapat bertanya langsung dengan penjual. Pemahaman mengenai perbedaan jenis kelamin ini digunakan untuk proses kawin. Adapun perbedaan tersebut antara lain:

  1. Bagian kepala ikan jantan terdapat benjolan, sedangkan ikan betina tidak terdapat ciri tersebut
  2. Ikan jantan bermulut lebih besar dengan bagian atas sedikit menonjol, sedangkan ikan betina memiliki mulut yang tipis – simetris
  3. Warna ikan jantan lebih cerah dan akan semakin cerah ketika musim kawin, ikan betina warna kurang cerah dalam musim kawin maupun tidak kawin
  4. Sirip ekor ikan jantan berbentuk lurus, ikan betina sirip ekornya berbentuk bulat
  5. Ikan jantan memiliki alat kelamin berbentuk lebih runcing dan ikan betina memiliki alat kelamin berbentuk bulat
  6. Ikan jantan lebih agresif dibandingkan ikan betina meskipun ciri terakhir ini lebih sulit untuk dipastikan

King of aquarium, demikian julukan ikan yang memiliki warna tubuh beraneka ragam dan mencuri perhatian. Julukan ini pantas didapatkan karena Discus diminati oleh banyak kalangan oleh karena penampilannya tersebut. Pembawaannya calm dan kharismatik, sehingga dipercaya dapat menyalurkan aura ketenangan bagi yang melihatnya.

Baca Juga :  7 Fakta Ikan Guppy, Kembaran Si Cupang

JENIS – JENIS IKAN DISCUS

Meskipun bukan ikan asli dari Indonesia, namun perkembangan varian Discus sudah pesat. Ada 4 jenis ikan Discus yang populer dengan keturunan hasil perkawinan silang yang dapat dihasilkan, yaitu :

Heckel Discuss
Photo : Pinterest
  1. Heckel Discus (Symphysodon discus)memiliki 9 garis vertikal dengan pembagian garis pertama pada bagian mata, garis kelima di tengah tubuh, garis kesembilan pada bagian ujung ekor. Garis 1, 5 dan 9 terlihat lebih jelas dibandingkan garis lainnya.

Keturunan : Blue Heckel, Red Heckel, Rio Ika.

Ikan Discus
Photo : Pinterest
  1. Blue Discus (Symphysodon aequifasqiata haraldi)memiliki garis berwarna biru dengan bentuk memanjang.

Keturunan : Blue Terquise, Blue Diamond, Solid Blue, Cobalt Blue, Royal Blue, Blue Cover, Blue Scorpion, Blue Eagle, Blue Gost, Wattly Terquise, Bintang Biru.

Ikan Discus
Photo : Flickr
  1. Green Discus (Symphysodon discus)memiliki warna hijau dengan corak merah di bagian tubuhnya.

Keturunan : Red Spotted Green, Royal Green, Solid Green.

Ikan Discus
Photo : Pinterest
  1. Brown Discus (Symphysodon aequifasciata axel)memiliki warna coklat muda hingga coklat tua dan warna putih bagian kepala dan sirip.

Keturunan : Alencer, Solid Red, Tomato Red, Super Red, Rose Red, Virgin Red, Red Fox, Red Melon, San Merah, Super San Merah, Super Red Melon, Red White, Marlboro.

MAKANAN

Ikan Discus merupakan hewan pemakan segalanya (Omnivora), seperti larva, serangga, cacing, maupun tanaman – tanaman liar. Untuk pemeliharaan di akuarium, makanan dapat disesuaikan. Ada 2 jenis makanan, yaitu alami dan buatan. Makanan alami tentunya bagus untuk ikan karena sesuai dengan makanan yang mereka konsumsi pada habitat asli. Sayangnya, makanan alami memiliki keterbatasan dalam hal stok dan susah untuk disimpan dalam jangka waktu lama. Makanan buatan lebih banyak dipilih oleh Breeders karena lebih flexible, dapat disesuaikan dengan nutrisi yang ingin diberikan dan mudah didapatkan.

Baca Juga :  Macam-macam Ikan Hias, Cara Perawatan, dan Kisaran Harganya

Makanan Alami

  • Cacing Tubifex / Cacing Sutera

Perlu diwaspadai untuk pemilihan cacing harus yang sudah steril sehingga tidak membawa bibit penyakit dan senyawa kimia berbahaya. Cacing ini memiliki kandungan mineral, lemak dan protein yang membantu pertumbuhan ikan.

  • Bloodworm / Larva Chironomous

Biasa dihasilkan lalat Chironomous yang bertelur di perairan dengan kadar nitrat tinggi. Makanan ini mengandung protein tinggi.

  • Telur Udang

Penggunaan telur udang ini dipercaya dapat membantu membuat warna ikan lebih cerah, terutama warna merah dan orange untuk ikan Discuss. Telur udang ini mengandung astazanthun, cataxzbthin, lutein dan karoten. Kandungan pigmen – pigmen inilah yang dapat membangkitkan warna alami ikan.

Makanan Buatan

  • Komersial

Dapat diperoleh di toko – toko penjual ikan hias dengan banyak pilihan merk dan harga.

  • Burger Discus

Burger Discus ini merupakan makanan hasil olahan yang mengandung protein, vitamin, mineral, lemak, karbohidrat dan serat. Pembuatannya menggunakan bahan – bahan, seperti; sayur – sayuran (wortel, bayam, dan tauge), tepung, kerang laut, udang dan beberapa bahan lainnya.

SYARAT TEMPAT PEMELIHARAAN

  1. Suhu yang tepat untuk memelihara ikan Discus berkisar 28 – 31℃. Suhu air yang tinggi dapat menurunkan kadar oksigen di dalam akuarium. Apabila kekurangan oksigen, maka filamen – filamen ikan dapat terbakar dan merusak organ – organ ikan. Oleh sebab itu, bagi daerah yang bersuhu dingin, dapat ditambahkan heater untuk mendapatkan suhu yang sesuai.
  2. Power of Hydrogen (pH) yang ideal air adalah 6 – 7. Ada beberapa kondisi ikan Discus dapat hidup dengan tingkat kebasaan lebih dari 7.
  3. Kesadahan air (mengandung mineral – mineral tertentu) relatif 1 – 8 dH, dimana nilai ini mirip dengan kondisi air di Sungai Amazon. Kesadahan air ini dapat melunak jika kita menambahkan kayu apung di dalam akuarium. Kayu apung ini tidak hanya berpengaruh terhadap kesadahan air, tapi juga menurunkan tingkat pH air. Penambahan kayu apung ini tidak mutlak, jadi bisa tidak dipakai untuk menambah nilai estetika akuarium.
  4. Ikan Discus peka terhadap ammonia (senyawa NH3 yang biasanya berupa gas berbau tajam). Ammonia ini dapat merubah warna ikan Discus. Apabila terjadi pencemaran ammonia, artinya air sudah harus diganti.
  5. Penggantian air dapat dilakukan dengan mengganti 50% isi air di dalam akuarium.
Baca Juga :  Ikan Hias Gabus Yang Sedang Populer dan Banyak Dipelihara Dirumah