Budidaya Ikan Patin

Tips Melakukan Budidaya Ikan Patin di Rumah

Melakukan budidaya ikan patin adalah salah satu peluang bisnis yang dapat menghasil banyak keuntungan yang lumayan menjanjikan. Berikut ini kita akan membahas tentang bagaimana melakukan budidaya ikan patin yang perlu kamu tahu.

Budidaya ikan patin adalah salah satu jenis budidaya yang saat ini masih belum banyak orang yang melakukannya. Walaupun budidaya ikan ini masih belum terlalu familier seperti ikan lele atau ikan nila yang sudah banyak orang melakukan. Tetapi ikan patin memiliki nilai ekonomi yang lumayan tinggi.

Ikan Patin

Perlu kamu tahu bahwa ikan patin adalah salah satu jenis ikan yang cukup disukai dan dikonsumsi oleh banyak orang. Kamu akan dapat menjumpai ikan patin di berbagai sajian di restoran mahal.

Karena hal tersebut makan sudah tidak ragu lagi bahwa harga dari ikan ini lumayan tinggi dan sangat stabil di pasaran. Baik dalam bentuk satuan maupun kiloan. Lalu bagaimana melakukan budidaya ikan patin, sehingga menjadi salah satu bisnis di rumah yang lumayan menguntungkan?

Berbagai Manfaat Ikan Patin Bagi Kesehatan Tubuh

Perlu kamu tahu bahwa ikan patin adalah salah satu jenis ikan yang aman bila dikonsumsi untuk orang yang memiliki alergi pada ikan. Bukan hanya aman saja untuk dikonsumsi, nyatanya ikan ini juga mempunyai berbagai manfaat baik bagi kesehatan tubuh kita.

Oleh karena itu makan ikan adalah salah satu jenis bahan makanan yang menyehatkan dan bernutrisi serta memiliki vitamin yang bagus bagi tubuh kita. Ada berbagai manfaat bagus saat makan ikan patin yang kamu rasakan jika kamu memiliki masalah berat badan atau obesitas.

Baca Juga :  Budidaya Ikan Bandeng : Peluang, Cara, Bentuk Pemasarannya

Karena ikan patin mempunyai kemampuan untuk mengurangi kadar kolesterol yang ada di dalam tubuh. Selain itu dapat mencegah penyakit kardiovaskular yang memiliki resiko kematian. Selain penyakit jantung dan obesitas ikan ini juga dapat menjaga kesehatan tulang serta dapat mengoptimalkan proses tumbuh kembang bagi anak-anak.

Kolam Ikan Nila

Cara melakukan Budidaya Ikan Patin di Kolam Terpal

Ada berbagai tahapan atau proses melakukan budidaya ikan patin di kolam terpal, yang perlu kamu lakukan. Berikut ini beberapa tahapan untuk budidaya ikan patin yang menguntungkan sebagai berikut:

1. Tempat Ternak Ikan Patin

Jika kamu ingin memakai media kolam terpal, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan lebih dulu. Bukan hanya media kolam terpal saja yang perlu diperhatikan tetapi tata ruang serta saluran air juga perlu kamu perhatikan dengan baik sebagai berikut:

  • Tempat budidaya yang terbuka dengan disinari matahari yang bagus.
  • Kualitas air yang bersih, tidak keruh serta tidak terdapat limbah berbahaya.
  • Suhu air kolam stabil 26-28 derajat celcius.
  • Adaptasi membuat kolam terpal sama dengan proses budidaya ikan lele.

2. Pemilihan bibit yang bagus

Berikut ini beberapa karakteristik bibit unggul ikan patin yang bagus, sebagai berikut:

  • Memiliki ukuran antara kepala dengan tubuh dalam komposisi seimbang.
  • Pergerakan yang lincah dengan warna tubuh yang nampak cerah.
  • Pastikan benih yang kamu pakai berasal dari induk dengan kualitas unggul, bukan dari hasil pemijahan atau inbreeding.
  • Selain kualitas yang bagus kamu juga berhak menanyakan penyakit dari bibit itu. Serta pemakaian obat seperti probiotik, vitamin dan antibiotik.

3. Penebaran benih

bibit ikan patin
Usai melakukan proses pembelian benih, kamu harus memberikan treatment aklimatisasi pada bibit itu sebelum melakukan penebaran benih. Selain hal itu kamu perlu memastikan sebelum penebaran benih sudah terdapat plankton yang menjadi pakan alami. Hal yang perlu kamu pastikan sebelum penebaran benih.

  • Kedalaman air kurang lebih 50 cm
  • Memasukkan benih dalam plastik paling tidak selama 20 menit agar dapat menyesuaikan suhu wadah dengan kolam.
  • Proses ini dapat kamu lakukan saat pagi atau sore hari ketika suhu air yang tidak terlalu panas
  • Kepadatan benih juga perlu disesuaikan dengan kolam milikmu.
Baca Juga :  Budidaya Ikan cupang Dijamin Burayak Banyak dan Sehat

4. Memberi pakan dengan rutin

Beri pelet untuk pakan ikan sebanyak ¾ dari bobot ikan patin setiap harinya. Ketika ikan masih kecil beri pelet lebih sering sebanyak 4 sampai 5 kali dalam sehari. Jika ikan patin sudah siap panen kamu dapat melakukan pemberian pakan sebanyak 3 kali sehari.

5. Proses memelihara ikan patin

Saat proses budidaya ikan patin, pemeliharaan ikan perlu dilakukan dengan rutin agar bisa mendapatkan hasil yang berkualitas. Oleh karena itu kamu perlu memperhatikan beberapa berikut agar kualitas ikan dapat terjaga dengan baik:

  • Pergantian air dilakukan dengan rutin sebanyak 2-3 minggu sekali.
  • Pergantian air dapat dilakukan dengan bertahap.
  • Tambah air bila volume debit air berkurang dari semestinya.

Proses Panen Ikan Patin

panen ikan patin

Hal yang ditunggu-tunggu saat budidaya ikan patin ketika ikan sudah berukuran besar dan siap untuk bisa dipanen. Biasanya proses panen ini memerlukan waktu kurang lebih 5 hingga 6 bulan setelah melakukan penebaran benih patin. Sebelum melakukan proses panen, kamu perlu melakukan prosedur panen sebagai berikut:

  • Panen memakai jaring.
  • Lakukan proses ini dengan hati-hati
  • Memasukkan ikan pada air yang jernih dengan temperatur 20 derajat celcius.
  • Proses panen dapat dilakukan ketika pagi atau sore hari.
  • Masukkan ikan ke dalam plastik.
  • Terakhir, ikan sudah siap dipasarkan.

Perlu kamu tahu bahwa harga ikan patin dalam bentuk satuan ekor berkisar antara Rp15 ribu hingga Rp30 ribuan setiap ekornya. Selain dapat kamu jual dengan satuan ekor. Kamu juga dapat menjual ikan patin dalam bentuk olahan yang banyak disukai orang seperti ikan patin bakar yang sangat lezat. Dengan begitu kamu akan mendapatkan keuntungan dari budidaya ikan patin.